Mengenal Lebih Dekat: Mengenal Asal-Usul dan Hikmah Zakat Fitrah

Mengenal Lebih Dekat: Mengenal Asal-Usul dan Hikmah Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat. Zakat fitrah wajib dikeluarkan menjelang Idul Fitri, yaitu pada tanggal 1 Syawal.

Secara bahasa, zakat fitrah berasal dari kata zakat yang berarti bersih, suci, subur, berkat, dan berkembang, sedangkan fitrah berarti suci dan kembali ke asal. Jadi, zakat fitrah berarti sumbangan atau sedekah yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam untuk membersihkan diri dari dosa dan kembali suci.

Asal-Usul Zakat Fitrah

Zakat fitrah sudah diwajibkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Hal ini dibuktikan dengan adanya hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, yang berbunyi:

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha` kurma atau gandum atas setiap muslim, baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa. Beliau memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi salat Idul Fitri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa, hamba sahaya maupun merdeka. Zakat fitrah juga wajib dikeluarkan sebelum orang-orang pergi salat Idul Fitri.

Hikmah Zakat Fitrah

Zakat fitrah memiliki banyak hikmah, di antaranya:

  • Menyucikan jiwa dan raga dari dosa
  • Membangun solidaritas dan kebersamaan antar sesama umat Islam
  • Membantu orang-orang yang membutuhkan
  • Menjadi tanda syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan

Zakat fitrah dapat menyucikan jiwa dan raga dari dosa. Hal ini karena zakat fitrah merupakan bentuk sedekah yang dapat membersihkan diri dari sifat kikir, tamak, dan rakus. Zakat fitrah juga dapat membangun solidaritas dan kebersamaan antar sesama umat Islam. Hal ini karena zakat fitrah dapat membantu orang-orang yang membutuhkan dan meringankan beban mereka. Selain itu, zakat fitrah juga menjadi tanda syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan.

Cara Menghitung Zakat Fitrah

Zakat fitrah dihitung berdasarkan satu shakurma atau gandum. Satu sha kurma atau gandum setara dengan 2,7 kilogram.

Bagi umat Islam yang tidak memiliki kurma atau gandum, maka boleh menggantinya dengan bahan makanan pokok lainnya, seperti beras, jagung, atau sagu. Satu sha` beras, jagung, atau sagu setara dengan 2,5 kilogram.

Zakat fitrah yang dikeluarkan untuk satu orang adalah 2,5 kilogram bahan makanan pokok. Jika zakat fitrah dikeluarkan untuk satu keluarga, maka jumlah zakat fitrahnya adalah 2,5 kilogram x jumlah anggota keluarga.

Cara Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah dapat dibayarkan secara langsung kepada orang yang berhak menerima zakat (mustahik), atau melalui lembaga amil zakat yang terpercaya.

Jika zakat fitrah dibayarkan secara langsung kepada mustahik, maka sebaiknya dilakukan sebelum salat Idul Fitri. Hal ini untuk menghindari terjadinya kerumunan pada saat salat Idul Fitri.

Jika zakat fitrah dibayarkan melalui lembaga amil zakat, maka dapat dilakukan kapan saja, termasuk setelah salat Idul Fitri.

Pentingnya Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam. Zakat fitrah memiliki banyak hikmah, di antaranya menyucikan jiwa dan raga dari dosa, membangun solidaritas dan kebersamaan antar sesama umat Islam, membantu orang-orang yang membutuhkan, dan menjadi tanda syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan.

Oleh karena itu, setiap umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib menunaikan zakat fitrah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *