Rangkuman Kajian Ustadz Ridho Febri di Pondok Zabisa Manding Temanggung: “Kita Punya Kendala, Allah Punya Kendali”
Menghadapi berbagai dinamika, ujian, dan masalah hidup yang silih berganti sering kali membuat manusia merasa lelah, cemas, dan kewalahan. Padahal, sebagai seorang mukmin, ada prinsip keimanan yang harus dipegang teguh: boleh jadi hidup tidak selalu ideal menurut keinginan kita, namun hidup selalu ideal menurut ketetapan Allah SWT.
Pesan mendalam tersebut dikupas tuntas oleh pendakwah nasional Ustadz Ridho Febri dalam acara Kajian Zabisa yang diselenggarakan di Pondok Tahfiz Zaid bin Tsabit (Pondok Zabisa) Manding, Temanggung. Mengusung tema utama “Kita Punya Kendala, Allah Punya Kendali”, majelis ilmu ini dihadiri oleh para santri, asatidzah, serta ratusan jamaah dari Temanggung dan sekitarnya.
Makna Hakiki Ujian: Antara Syukur dan Sabar
Dalam pemaparannya, Ustadz Ridho Febri menjelaskan bahwa tidak ada manusia yang luput dari ujian Allah SWT. Sering kali manusia salah mengartikan bahwa ujian identik dengan kesempitan, kemalangan, atau masalah ekonomi semata.
Padahal, ujian dalam Islam meliputi dua poros utama:
-
Ujian Kesyukuran: Datang dalam bentuk kelapangan, kenikmatan, kesehatan, dan berbagai limpahan rezeki. Ujian ini menguji apakah seseorang mampu bersyukur atau justru lupa diri.
-
Ujian Kesabaran: Datang dalam bentuk kesempitan, rasa sakit, kekecewaan, atau masalah hidup.
Beliau menekankan bahwa ujian dalam bentuk kesabaran terasa sulit dijalani oleh kebanyakan orang karena sering kali mereka gagal dalam bersyukur. Ketika seseorang melupakan nikmat dan kebaikan yang telah Allah berikan—atau fokus pada satu masalah kecil—maka ia akan merasa berat dalam menghadapi takdir Allah.
3 Pilar Sabar dalam Menjalani Kehidupan
Agar seorang hamba mampu bersabar secara paripurna menghadapi berbagai kendala dunia, Ustadz Ridho Febri membagi kesabaran menjadi tiga tingkatan penting:
-
Sabar dalam Ketaatan: Istikamah menjalankan perintah Allah, seperti menjaga shalat berjamaah, menuntut ilmu, dan berbuat baik kepada sesama.
-
Sabar dalam Meninggalkan Kemaksiatan: Menjaga diri dari perbuatan dosa, gibah, perkataan sia-sia, serta pengaruh buruk lingkungan sekitar.
-
Sabar dalam Menghadapi Guncangan Ujian: Berhusnuzon (berbaik sangka) kepada Allah SWT ketika masalah datang menerpa diri, keluarga, maupun ekonomi.
Muhasabah Diri: Kendali Allah Tidak Pernah Salah
Ustadz Ridho juga mengingatkan pentingnya melakukan muhasabah (introspeksi diri). Sering kali, masalah atau kendala yang hadir di tengah-tengah kita bukan sekadar ujian untuk menaikkan derajat, melainkan teguran atas kelalaian diri sendiri atau hak-hak Allah yang terabaikan.
Ketika manusia mulai lalai dengan ibadahnya, menyia-nyiakan waktu, atau berbuat zalim kepada sesama, Allah SWT kerap mendatangkan peristiwa-peristiwa tertentu untuk “membangunkan” dan memaksa hamba-Nya kembali kepada jalan yang benar.
“Hidup kita tidak akan pernah terpuruk dalam kendali Allah. Tugas kita bukan mencemaskan kendala yang ada, melainkan memperbaiki kualitas ketaatan dan memperbanyak istigfar, karena Allah lah yang memegang kendali penuh atas segala urusan kita,” pesan Ustadz Ridho di hadapan para jamaah.
Suasana Khidmat dan Sesi Munajat Bersama
Acara yang dilangsungkan di kompleks Pondok Zabisa Manding, Temanggung ini berlangsung dengan sangat interaktif, hangat, dan penuh antusiasme. Jamaah tampak menyimak setiap nasehat dengan khidmat, didukung oleh fasilitas majelis yang nyaman dan kondusif.
Menjelang akhir acara, rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi munajat dan doa bersama. Dipimpin langsung oleh Ustadz Ridho Febri, para jamaah menengadahkan tangan, memohon ampunan kepada Allah SWT, mendoakan kesehatan kedua orang tua, serta memohon keberkahan bagi para pengurus, donatur, dan santri yang sedang menimba ilmu di Pondok Zabisa.

