Sedekah Jariyah kepada Penghafal Qur’an, Salah Satu Sedekah yang Paling Utama

Salah satu perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepada orang beriman yaitu perintah untuk bersedekah, baik dalam keadaan sehat maupun sakit, serta baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Sedekah jariyah merupakan salah satu sedekah yang paling utama karena pahalanya mengalir seperti arus air yang tidak terputus meskipun orang yang memberikan sedekah sudah meninggal. Urutan sedekah menurut Islam yang paling utama ialah, sedekah secara sembunyi-sembunyi karena lebih mendekat ke sifat ikhlas, sedekah dalam kondisi sehat, sedekah setelah menafkahi keluarga terpenuhi, sedekah dengan kemampuan maksimal, sedekah kepada teman termasuk sedekah kepada saudara kandung, sedekah kepada saudara orang tua, bersedekah kepada tetangga dekat, sedekah untuk jihad di jalan Allah subhanahu wa ta’ala, dan sedekah jariyah.

Sedekah Jariyah kepada Penghafal Qur’an, Salah Satu Sedekah yang Paling Utama

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Apabila cucu Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan atau anak shalih yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim).

Banyak sekali sedekah jariyah yang kita bisa lakukan yaitu, sedekah untuk pembangunan masjid, sedekah untuk pembangunan dan pembiayaan madrasah atau pesantren, sedekah untuk pangadaan air, dan masih banyak lagi sedekah yang bisa dimanfaatkan oleh orang banyak secara berkelanjutan. Lalu dimanakah tempat bersedekah yang paling tepat? Bersedekah semuanya baik akan tetapi di antara satu dan lainnya ada perbedaan keutamaan, nilai, tujuan atau kepentingan.

“Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم itu hanya satu huruf tetapi Alif itu satu huruf, Laam itu satu huruf dan Miim itu satu huruf.” (HR. Tirmidzi).

Sedekah Jariyah kepada Penghafal Qur’an, Salah Satu Sedekah yang Paling Utama

Yayasan Subulussalam Nusantara mempunyai pondok pesantren untuk para penghafal Al-qur’an yang saat ini mempunyai kurang lebih 150 santri putra dan putri. Jika setiap huruf dari Al-Qur’an yang dibacakan mendapat 10 kebaikan, lalu berapa ribu kebaikan yang bisa kita dapatkan ketika kita juga memfasilitasi para santri untuk membaca dan menghafalkan Al-Qur’an setiap harinya. Padahal ketika kita melihat hadits Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi, “Barangsiapa mengajak orang lain kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa mengajak orang lain kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”

Kita tidak akan ragu lagi untuk memfasilitasi anak-anak penghafal Al-qur’an tersebut. Karena pahala kebaikan dari membaca Al-qur’an insya allah juga akan menjadi pahala kita.

Saat ini Yayasan Subulussalam Nusantara sedang membangun pondok tahfidz qur’an putra di Kelurahan Manding Temanggung dengan luas kurang lebih 1300 m2. Alhamdulillah atas izin Allah subhanahu wa ta’ala, kami mendapat amanah berupa tanah yang insya Allah akan dijadikan sebagai pondok tahfidz qur’an putri di daerah Walitelon Utara.

Maka dari itu kami membuka peluang emas bagi anda semua untuk berlomba-lomba mendapatkan pintu surge dengan menyedekahkan harta, tenaga, ide, atau jasa agar pembangunan pondok pesantren tahfidz Qur’an Zaid bin Tsabit segera selesai. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim, bahwa orang yang menyumbangkan harta di jalan Allah, maka akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga Allah.