Sajak Kehidupan Episode 33 – Ustadz Umar Faqihuddin “Hari Pertama Berjanji”

Sajak Kehidupan Episode 33 – Ustadz Umar Faqihuddin “Hari Pertama Berjanji”

Hari Pertama Berjanji
Hari pertama berjanji untuk membaca Al-Qur’an 3 juz sehari. Begitu berwarna-warni. Setidaknya itu cerita yang mengalami. Yang tidak mengalami, tak akan menyelami. Selaksa makna menyusup halus rasa yang tak pernah dialami. Tapi bukan rasa bahagia, rasa aneh untuk mengh- indari. Atau mencari segala alasan untuk segera berhenti. Mau jujur, tapi takut dikatakan apa gitu tentang ngaji. Tapi memang itulah testimoni. Hampir semua merasa, tapi mau cerita kagak berani. Rumus sederhana, tapi tak banyak yang mengerti. Kalau pingin kelar semua urusan kudu sering berinteraksi dengan Allah. Kalamullah cara mudah dengan-Nya berkomunikasi. Kalau interaksi dengan Allah lewat kalamullah lebih sering, dibanding dengan mahkluk berinteraksi. Kecepatan selesai dari seluruh masalah lebih menjanjikan. Maka, baca Al-Qur’an perlu dipaksa, paksa terus dan paksa lagi. Memaksa diri, adalah sensasi. Gak ada yang emosi. Agar di setiap rumah suara Al-Qur’an mendominasi. Mengalahkan semua suara yang ingin memenangkan hati. Seisi rumah dengan Al-Qur’an mencintai. Dari yang tua sampai yang masih bayi. Begitu bacaan Al-Qur’an selesai. Segera diangkat tangan dalam doa setiap hari. Betapa indah, bila hidup dalam atmosfir Qur’ani. Sekalipun baru membacanya, tapi pijakan awal kepadanya mencintai. Bila Al-Qur’an tak dirasakan manisnya setiap hari. Akan kesulitan mencintai. Apalagi mengamalkan dan membelanya sampai mati. Nasib akhirat kita dengan bacaan Al-Qur’an tergadai. Di ayat terakhir yang kita baca, ditentukan tempat yang bakal dicapai.
Bila akhirat yang hebat dengan ayat ditentukan nasibnya, bagaimana dengan nasib dunia kita yang lebih murah secara nilai.
Semoga Allah hidupkan kita dengan Al-Qur’an dan Allah muliakan kita dengannya, juga kelak setelah mati.

Yuk Tonton Selengkapnya di youtube Kami >Subulussalam Nusantara<