Sajak Kehidupan Episode 32 – Ustadz Umar Faqihuddin “Handuk dan Cambuk”

Sajak Kehidupan Episode 32 – Ustadz Umar Faqihuddin “Handuk dan Cambuk”

Handuk dan Cambuk
Untukmu yang tertatih merangkai pahala. Siang dan malam berlomba dengan usia. Di malam hari terjaga. Dalam derai tangis air mata. Doamu mengiba. Kiranya di hapuskan catatan dosa-dosa. Siangmu masih berlumur lelah ibadah tanpa jeda. Setiap menit menjadi begitu berharga. Setiap kesempatan begitu istimewa. Karena waktu begitu berkuasa.
Ketahuilah…!. Sepenuh tenaga. Sepenuh cara merangkai pahala. Tanpa akhlak yang mulia. Akan dinilai murah saja. Dalamnya ilmu sedalam lautan, tanpa akhlak mulia hambar terasa. Lihatlah wanita pengetuk pintu surga yang pertama. Bukan sosok yang tampak istimewa. Tak akan menyangka. Sampai sang bunda Fatimah Az-Zahra pun kepadanya belajar bertanya. Sehelai handuk di atas meja. Sebuah cambuk disampingnya, mengusik pandangan mata. Suguhan di atas meja yang tak biasa. Ternyata, dengan keduanya mengetuk surga.
“Handuk, untuk mengelap keringat suami sepulang kerja…” Lihatlah akhlak yang tampak sederhana. Namun tengoklah tangan istri mana yang sanggup melakukannya?!
Bahkan sekalipun oleh mereka yang tiap hari mengumbar kata cinta. Berselancar ilmu dari majelis ke majelis ilmu tak berjeda. Bergelar seakan mewakili shalehahnya seorang wanita.
“Cambuk, untuk komitmen saya. Bila hari ini ada layanan yang kurang berkenan, silahkan di cambuk saja!” Terdengar ngeri, tapi bermental jawara. Sekalipun tak pernah dicambuk olehnya. Namun, sebuah keputusan yang berani menantang nurani dan rasa. Menang berjuang mendapatkan ridha atau terluka. Sebanyak apapun tarian jurus menjadi sholihah ditampilkan dengan segala cara. Ujungnya ada di ridha suami, setelah yang wajib kepada Allah dilaksanakan sempurna.

Yuk Tonton Selengkapnya di youtube Kami >Subulussalam Nusantara<