PERUBAHAN

Misi diutusnya Rasululloh dijelaskan dengan gamblang agar setiap umat siap untuk berubah dan faham hal apa yang akan di rubah. ” Sesungguhnya aku diutus Alloh untuk mengubah menjadi lebih sempurna nan mulia akhlak manusia “. Melihat keberhasilan perubahan fisik seseorang, keluarga,organisasi,kampung, kota dan negara lebih baik, mewah dan indah secara fisik menginspirasi kita untuk berubah secara fisik juga, pingin seperti mereka karena berkesimpulan perubahan lebih baik identik dilihat dari perubahan fisik indikatornya. Perubahan penghasilan,juga menjadi ukuran keberhasilan, sehingga jika bulan ini lebih banyak income penghasilanya berarti kita telah berubah lebih baik. Begitu pula perubahan status, menjadi ukuran sebuah perubahan, semula statusnya rakyat jadi pejabat, semula sersan jadi komandan, semula karyawan jadi atasan, atau semula bujangan jadi punya pasangan, ini pun kita merasa telah berubah lebih baik. Tak ketinggalan, perubahan nasib, inipun menjadi ukuran. Semula sial menjadi untung terus. Semula sakit-sakitan menjadi sehat. Semula terhina menjadi berwibawa. Dengan ini kita merasa berubah menuju lebih baik. Sekalipun dengan semua perubahan di atas akhlak kita kepada Alloh durhaka,kepada Rasululloh juga durhaka, dan kepada sesama saudara penebar celaka…Perubahan yg benar sesungguhnya jika akhlak kita kepada Alloh makin bersyukur sehingga lebih taat beribadah. Kepada Rasululloh makin berhutang budi sehingga bersyukur lebih tekun mengikuti teladan sunnahnya. Kepada saudaranya makin berhutang jasa sehingga bersyukur lebih empati, simpati dan berbagi. Sekalipun perubahan akhlak ini tidak diikuti berubahnya fisik,penghasilan,status dan nasib lebih baik. Bukankah Rasululloh memilih akhlak sahabat menjadi baik dulu sebelum megah masjidnya, akhlak mereka kepada rasululloh baik dulu sebelum menjadi orang berpengaruh di dunia, dan jg akhlak mereka baik kepada sesamanya sebelum bagusnya rumah-rumah mereka !? Mari kita meneladaninya…!