TEBARLAH KEBAIKAN

TEBARLAH KEBAIKAN

Seorang ibu bertanya,” Kenapa usaha ikhtiyarnya sudah maksimal dan doa juga, tapi belum berbuah solusi ?”.

Bila ikhtiyar dan doa belum sebanding dengan hasil yang didapatkan, gerangan apa yang sedang terjadi ?.

Ibarat menanam bayam yang dalam 3 bulan menuai panen. Dan menanam pohon jati yang setelah 10 tahun baru menuai panen. Harganya pun berbeda jauh dari keduanya. Harga panen bayam berkisar ribuan sementara jati sampai jutaan dan milyaran. Begitulah perumpamaan kebaikan yang dilakukan. Jika tidak dijawab sekarang didunia dengan solusi, boleh jadi akan dijawab dengan kalilipat kebaikan di akherat. Sementara menanam kebaikan tidak pernah mengenal istilab sia2. Kalaulah tidak berbuah solusi yang diingini, berarti berbuah solusi lain yang sedang dihadapi. Kalaulah tidak berbuah solusi dunia, berbuah solusi akherat yang justru lebih baik lagi. Kalaulah tidak berbuah solusi yang diminati, berbuah solusi lain dalam bentuk konversi. Jika buah kebaikan tidak pernah mengecewakan, menanam banyak benih kebaikan jangan dirisaukan. Tinggal persoalanya adalah seberapa banyak tanaman yang sudah di tanam ? Bukan pertanyaan seberapa buah yang akan di dapatkan ? Sebab lucu rasanya menunggu panen tanaman yang kita tidak menanamnya. Apalagi jika iri melihat hasil ikhtiyar dan doa berhasil tetangga. Berharap hal sama terjadi persis padanya. Sama dengan menunggu panen tanaman tetangga,atau merisaukan tanaman dan buah panen tetangga yang akan menghabiskan waktu dan perhatian tidak pada tempatnya. Banyaklah menebarkan tanaman kebaikan, sekalipun seringnya lupa ditempat mana kita pernah menabur kebaikan, jangan khawatir..! air hujan dengan sendirinya akan menunjukan tempatnya, seiring tumbuhnya tanaman ditempat yang kita dilupakan pernah menabur tanaman …sebenar uuntaian indah kekasih teladan ” Dunia tempat menanam kebaikan untuk panen akherat kemudian”. Semoga Alloh mampukan kita untuk melakukannya.