MENANAM BENIH TAUHID # 2

Dialog anak dan ayah kemudian berlanjut.” Ayah..kenapa sih ibadah kok katanya harus ke Alloh ?” Pertanyaan sang anak suatu hari. Sang Ayah tersenyum bahagia melihat anaknya semakin haus ilmu,sekalipun harus kembali menata kata yang bisa di cerna oleh buah hatinya.” Anakku sayang..kemarilah ! Duduk di dekat ayah,ayah jelaskan, ibadah itu harus kepada Alloh karena kita berterimakasih dan bersyukur kepadaNya “. Dipandanginya wajah anaknya yang memperlihatkan kebingungan, mencoba mencerna tapi masih kesulitan. ” Ayah..ayah..kok terimakasih,aku ndak mengerti ayah” sergahnya. Sang Ayah sigap mulai mengelus kepala buah hatinya,” begini sayangku,bolehkah seekor anak ayam menyakiti induknya ?”.Anaknya menjawab ” tidak boleh,ayah “. ” Kenapa nak ?”.” Hmm..karena induknya yang mengasuhnya dan berusaha mencarikan makan untuknya”.Ayahnya tersenyum senang ” Pintar anakku,,,!, Alloh yang punya bumi ini, mengijinkan kita tinggal, bermain-main, mencari makanan dan minuman di dalamnya, dan bersama ayah,bunda,kakak,adik,kakek,nenek dan saudara-saudara serta banyak teman yang membuat kita bahagia dan senang karenanya, bolehkah kita menyakiti Alloh nak ? “. Anak menggelengkan kepala, pertanda faham. ” Beribadah kepada selain Alloh itu menyakiti Alloh nak…! padahal Alloh sudah banyak sekali memberi kepada kita, sepantasnya kita berterimakasih dengan tidak menyakiti, bahkan mesti mentaati semua perintahNya untuk beribadah, karena kita tinggal di bumiNya”. Anaknya mengangguk puas ” Makasih Ayah,jazakumulloh jawabanya,aku faham sekarang “. Keduanya kemudian melangkah berjalan ke arah Masjid, karena adzan Ashar sudah berkumandang,mau “berterimakasih” dulu kepada Alloh tekadnya.