MEMANGKAS WAKTU DENGAN BAROKAH

MEMANGKAS WAKTU DENGAN BAROKAH

Kisah perjalanan Rasululloh di 27 Rajab begitu mengguncang dunia hari itu, dan sampai hari inipun masih sebuah fenomena keajaiban. Dimana perjalanan Masjidil Haram sampai Masjidil Aqso kemudian sampai sidrotul muntaha di tempuh dalam 1 malam di era teknologo transportasi tercanggih kuda dan onta. Bagaimana itu mungkin ? Inilah pertanyaan yang bisa mengantarkan menjadi mukkmin juga bisa mengantar kufur. Selalu memang begitu berbicara tentang keajaiban, misteri dan keghaiban selalu diantara dua sisi tajam keimanan dan kekufuran. Jawabanya adalah BAROKAH. Keterlibatan Alloh dalam urusan kita menjadikan apa yang kita kerjakan kluar dari jalur umumnya sunnatulloh. Seperti halnya Al Imam As Syafi’i Rahimahulloh yang biasa mengkhatamkan 60 kali di setiap Ramadhan. Akan terpikir oleh kita ,kapan beliau istirahat,kapan bekerja, kapan bersama keluarga dan bagaimana caranya. Seperti halnya Imam An Nawawi Rahimahulloh yang jika usianya di bagi dengan tulisanya akan ketemu setiap harinya beliu menulis 9 bab..Subhanalloh..Jika barokah Alloh menyapa kehidupan hamba,maka 1 jam bisa bernilai 1000 jam. Satu malam bisa bernilai 1000 bulan sperti malam lailatul qodar. Bahkan satu malam di rasa 309 tahun dalam fakta Ashabul Kahfi. Mengundang Alloh terlibat dalam kehidupan kita, menjadikan barokah Alloh menyertai hidup kita akan memangkas waktu yan di butuhkan.Lebih baik sholat 5 waktu di masjid beberapa menit daripada rekoso ribuan jam hidup tidak barokah karena tidak dikendalikan hidayah. Lebih baik sholat dhuha 30 menit sebelum rekoso 3000 menit dalam lelah dan pusingnya mikirkan rezeki. Lebih baik mengerjakan 2 rakaat sholat hajat dan bersedekah daripada kehilangan berjam-jam nyari dompet yang hilang. Lebih baik rekoso ibadah yang berbuah pahala dan solusi masalah yang mudah sebelum rekoso pikiran dan tenaga. Uruslah perintah Alloh bisa untuk kita kerjakan dan biarlah Alloh yang ngurus masalah-masalah kita. Semoga Alloh memberkahi waktu kita semua….!