HARTA SESUNGGUHNYA

HARTA SESUNGGUHNYA

Ketika ditanya milik harta ini milik siapa ? Seringnya kita segera mengakuinya menjadi milik kita. Dan alangkah bangganya memiliki sesuatu di saat banyak yang memilikinya. Alangkah “wah”nya memakai sesuatu yang tidak semua orang mampu memakainya. Padahal Rasul kita menjelaskan ( dan sebaik-baik penjelasa penjelasanya ), sungguh yang benar-benar menjadi milik kita sesungguhnya adalah :

  1. Yang kita makan,dan akhirnya sirna. Yang belum di makan di kulkas belum milik kita. Yang belum dimakan dilemari belum milik kita. Yang belum dimakan di gudang belum milik kita. Yang belum dimakan di kebun,ladang dan sawah belum milik kita. Yang belum dimakan di toko dan pabrik serta perusahaan belum milik kita. Yang belum dimakan di tabungan dan di investasi juga belum milik kita. Yang benar-benar sudah dimakan inilah yang menjadi bagian harta kita, itupun sebatas kerongkongan nikmat itu terasa. Setelahnya menjadi sirna dan bau adanya.
  2. Yang kita pakai dan akan usang dimakan usia.

Sandal yang tidak dipakai di lemari belum menjadi harta kita. Baju yang tidak dipakai dilemari belum menjadi harta kita. Motor dan mobil yang tidak dipakai di garasi belum menjadi harta kita. Rumah,ruko dan hotel yang tidak dipakai di investasi, belum menjadi harta kita. Tanah, sawah dan kapling yang tidak dipakai sebagai aset kita, belum menjadi harta kita. Stok peralatan yang belum dipakai digudang belum menjadi harta kita. Sarana yang belum dipakai di toko, pabrik dan perusahaan belum menjadi harta kita. Dan kekayaan sebanyak apapun yang belum dan tidak dipakai maka belum menjadi harta kita. Sedang yang sudah menjadi harta kita dengan memakainya itupun usang, kumal dan kadaluwarsa juga akhirnya dimakan usia.

 

3.Yang kita sedekahkan dan akan terus menjadi milik kita.

Sandal, sepatu, dan baju yang di sedekahkan yang terus menjadi milik kita. Motor yang di sedekahkan yang akan terus menjadi motor kita. Mobil yang di sedekahkan yang akan terus menjadi mobil kita. Rumah dan tanah yang di sedekahkan yang terus menjadi milik kita. Toko dan ruko yang disedekahkan yang akan terus menjadi milik kita. Uang yang di sedekahkan yang akan terus menjadi uang kita. Kekayaan yang akan mendatangkan pahala yang akan terus menjadi kekayaan kita. Kepemilikan harta yang akan mendatangkan syukur kepada Alloh yang akan terus menjadi kepemilikan kita.

Rasululloh bersabda,”Berkata manusia, “Ini hartakuk.. “,padahal yang benar-benar hartanya hanyalah tiga :

1.yang ia makan dan akan sirna,

2.yang ia pakai dan akan usang dimakan usia,

3.dan yang ia sedekahkan yang akan terus menjadi miliknya ( HR Tirmidzi )

Kamu akan menjadi milik hartamu karena kamu menahanya, dan hartamu akan menjadi milikmu karena kamu menginfakanya…

 

 

6 Des 13

SaHaBat SeJaTi

Dua Sahabat Ahmad dan Mahmud bekerja pada satu perusahaan. Keduanya mendapat amanah untuk mengantar barang di tempat jauh melewati beberapa hutan sampai 5 lokasi,yang menurut cerita banyak serigalanya yang suka memangsa manusia. Berat memang resiko pekerjaan ini,tapi karena amanah dilaksanakan juga. Keduanya menaiki sebuah kereta yang di tarik 5 ekor kuda. Sesampai di hutan ke-1 betul juga cerita orang, berpasang-pasang mata berkilatan mengawasi dibalik rerimbunan. Mahmud sempat cemas, namun di tenangkan Ahmad,”jangan cemas,kita bertawakal kepada Alloh dan  kita hadapi bersama !”. Dilepaskanlah seekor kuda,dan langsung menjadi santapan serigala2 beringas itu. Di lokasi hutan ke-2 dilepaskan kuda ke-2. Begitu seterusnya sampai yang ke-3 dan ke-4. Kini tinggal seekor kuda,padahal harus melewati 1 hutan lagi. Saat-saat menegangkan begini di butuhkan tindakan tepat untuk selamat. Tiba2 Ahmad memeluk Mahmud dan meminta maaf atas segala kesalahanya selama ini serta berpesan agar amanah perusahaan tetap harus di sampaikan. Sangat tidak terduga pilihan ini, dan Ahmad melompat untuk menjadi santapan serigala di hutan ke-5 demi sahabatnya dan amanah perusahannya…Nilai suatu persahabatan, sebenarnya di lihat dari ketulusan hati dan kesediaan berkorban bagi orang lain. Menjadi sahabat di saat senang dan berkelimpahan banyak yang datang, menjadi sahabat saat duka dan banyak masalah banyak yang menghilang. Kesejatiaan sahabat nampak dalam kesempitan dan kesulitan. Sudahkah kita menjadi sahabat sejati ?

 

5 Des 13

AMALMU SEBATAS YAKINMU

Siapa yang tidak percaya keutamaan sholat berjamaah ? Ya..keutamaanya lebih baik 27 kali daripada sholat sendiriaan. Siapa yang tidak percaya hebatnya sholat tahajud ? Kebanyakan tau denganya Alloh akan naikan derajatnya dan doa di dalamnya pada kondisi terdekat dengan yang Maha Menjawab doa. Siapa yang tidak percaya dahsyatnya baca Al Qur’an ? Banyak yang mengerti bahwa di setiap hurufnya Alloh balasi dengan 10 kebaikan. Siapa yang tidak percaya keajaiban sedekah ? Mayoritas faham Alloh akan membalasi dengan berkalilipat sekaligus mengampuni dosa dan salahnya. Dan banyak lagi yang sudah di ketahui dan di fahami dari janji Alloh. Namun kenapa amal-amal hebat nan dahsyat lagi ajaib itu gagal untuk di tegakkan sebagai amal ? Karena ternyata sebatas di ketahui dan di fahami saja dan belum betul-betul di jangkau dalam JANGKAUAN IMAN dan KEYAKINAN. Maka bagaimana mungkin yang tidak yakin hatinya, akan meyakinkan mata,telinga,tangan kaki dan anggota tubuh lainya untuk siap berjuang meraih keutamaan janjiNya dengan mengamalkanya !? Sebatas imanmu sebatas itu pula amalmu…

 

2 Des 13

SANG PENEMU TAS

Seorang jamaah dari Tlogosari berkisah,” Istri saya beberapa waktu yang lalu belanja di pasar, rencananya untuk membuat makanan untuk di bawa anak-anak yatim di panti asuhan mumpung bulan Muharram, kesibukan belanja membuatnya lengah untuk memperhatikan tas, narohnya dimana, begitu sampai rumah baru nyadar kalau tasnya tidak kebawa sampai rumah, alias lupa, ia mencoba mengingat-nginggat jangan2 tertinggal dimana trus di selamatkan saya,biasanya sih begitu, begitu di tanyakan ke saya ternyata tidak juga  mengamankan tasnya,tambah istri gelisah…hampir semalaman ia ndak tidur, mengingat-ngingat, mencari dan coba menghubungi yang bisa di hubungi. Maklum isinya memang istimewa,: KTP, surat- surat dan uang yang sedianya mau di tabungkan dan bayar tagihan. Sampai pagi hari jam 09.00 belum juga ketemu. Sampai saya  ingat dalam materi kajian yang sering saya ikuti di Masjid Al Ikhlas Griya Arteri Baru, bahwa diantara solusi bila kehilangan adalah sholat 2 rakaat hajat, setelah itu berdoa agar di bantu Alloh ketemu dan tidak lupa ia bersedekah istimewa jika barang yang diharapkan juga istimewa. Maka segera saya  lakuan dan istri juga melakukan . Berlalu sekitar 5 menit dari sholat, ada yang mengetuk pintu pagar. Ternyata seorang bapak yang ngacung-ngacungkan KTP. Antara seneng dan sedih bercampur. Seneng karena KTP yang di cari-cri ketemu sedih karena yang kelihatanya hanya KTP saja, sedang yang lainya ndak kelihatan. Begitu saya tanya bagaimana ceritanya, beliau  mengisahkan sudah mencari alamat ini sejak kemarin,alhamdulillah ketemu sekarang. Saya tanya apa ada barang lainya. Beliau jawab ada, di dalam jok motornya. Alhamdulillah yang tiada terhingga kepada Alloh yang telah mengantarkan kembali dompet istriku, dan begitu saya cek isinya  Alhamdulillah lagi ternyata masih utuh, semoga Alloh merahmati bapak ini dan semoga sepenggal kisah ini membawa manfaat,selalu ada jalan bila mengetuk pintu Alloh dan merasa butuh kepadaNya “.

 

 

29 Nov 13

DUNIA SANTRI

Kerumunan itu… adalah sejumlah santri yang mengantri di dapur. Salah satu acara favorite di pondok bersantap di dapur, bersama semua santri membaur.Jumlah yang banyak mengharuskan barisan panjang di loket “thobur” alias antri. Sekilas barisan memanjang itu membikin bosan, tapi dengan kefahaman  justru menjadi proses pendewasaan dan pendederan keshabaran. Tiada keindahan dipahatkan dalam kehidupan nyantri melebihi buah hasil ketekunan menanam kebiasaan dalam membentuk karakter pembawa kebaikan. Keindahan itulah daya tarik ribuan orang merelakan diri berproses dalam sebuah miliu bernama pesantren. Sekalipun sejumlah orang memandang sebagai perjalanan kehidupan yang tak bermasa depan. Maka alasan menyekolahkan di pesantren di sebabkan kondisi anak yang sulit di kendalikan sehingga perlu dibengkelkan, atau lebih di sebabkan orang tua yang terlalu sibuk dengan banyak urusan sehingga pesantren tempat yang tepat untuk penitipan. Bukan dengan alasan ini semestinya mereka ada dipesantren,tapi karena mereka amanah yang dipertanggungjawabkan. Menjadi sholih dan sholihan tujuan yang sangat diperjuangkan. Sekalipun sesungguhnya tempat inilah benteng umat islam dari terpaan ujian. Tempat bibit ulama di taburkan dengan pengolahan unik para penanamnya menghasilkan tunas dan batang penegak agama di sepanjang zaman. Dengan sedemikian banyak  nilai lebih sebuah pesantren, terlalu aneh jika seorang muslim menolak menjadikanya pilihan. Bahkan lebih ridlo dengan proses pendidikan yang mengajarkan agama satu jam perminggu, dengan segala do’a dan harapan anaknya menjadi sholih dan sholihah. Seolah mengharap selamat tapi tidak melangkah pada jalannya bak kapal yang berjalan di daratan !!!