ASHABU SYURUUQ

ASHABU SYURUUQ – Seorang jamaah menuturkan kisah akan pengalaman pertamanya mengamalkan sunnah. Sholat shubuh berjamaah di masjid kemudian duduk berdzikir mengingat Alloh sampai terbit matahari beberapa saat dan di tutup dengan 2 rakaat sunnah. Lebih akrabnya kemudian menyebutnya syuruq. Teman-teman menyebut pelakunya sebagai ashabu syuruuq. Rasululloh menjanjikan amalan demikian senilai amalan haji dan umroh. Kemudian di tambah dengan kalimatnya taammah…taammah..taammah. Sempurna..sempurna..sempurna pahalanya. Sekalipun sudah tau lama, tapi belum terwujud mengamalkannya. Sampai seorang teman menyemangatinya ” dicoba dulu, sekali-kali biar tau rasanya !”. Akhirnya dicoba. Berat awalnya karena memang tidak biasa, juga karena tak banyak yang menemaninya. Termasuk aktivitas langka yang mengetahuinya juga mengamalkanya. Sepulang dari masjid, ia masuk rumah mendapati bungkusan aneh di atas meja. Di tanyakan kepada istri bungkusan apa. Seseorang mengantarkannya untuk dia dan keluarganya. Begitu bungkusan di buka, masyaa Alloh..ternyata isinya barang yang diidamkan untuk dihadiahkan kepada istrinya dalam kurun waktu yang lama. Ia pernah menjanjikan in syaa Alloh nanti kalau sudah kaya akan membelikanya. Ternyata Alloh mengabulkannya, tanpa memunggu sampai kaya. Takjub dan bahagia rasanya dan pengakuan hebat akan amalan yang kemudian menjadi andalan. Hanya sebuah hadiah kecil dari Alloh umtuk mengikat hamba kepada perintahNya cinta. Selebihnya di sisi Alloh telah di siapkan pahala yang tiada terkira. Balasan akherat sekalipun belum terlihat, balasan yang hebat. Balasan dunia bukan tujuan utama hanya menjaga amalan tetap terlaksana. Siapa yang berharap balasan akherat, balasan dunianya tidak akan lewat. Siapa yang berharap balasan dunia balasan akheratnya bisa sirna karena terhalang niatnya mendapatkan dunia saja, hingga melupakan ada yang lebih hebat di akherat sana. Semoga kita, bagian ashabu syuruq selanjutnya.